Rabu, 11 Mei 2011

Bangau Kertas Langit

17 Oktober 2004

Pagi ini tidak ada yang berbeda. Sekumpulan anak yang sedang menyalin PR, bermain gitar dan bermain kartu. Semua tampak sama. Sepintas aku ingin ada yang berbeda hari ini. Berharap sesuatu terjadi.

KRIIIIIING!

Bel masuk sekolah samar-samar terdengar di telingaku, membuyarkan lamunanku. Anak-anak berhamburan kedalam kelas diikuti guru dibelakangnya.

“Siapa yang tidak hadir hari ini?” Tanya Bu Susi, guru bahasa Indonesia di SMA Nusa Bangsa. Mataku menyapu seisi kelas. Lengkap. Tunggu…Langit belum datang.

“Mungkin Langit terlambat, Bu.” kataku pada Bu Susi.

Dua jam. Tiga jam. Empat jam. Langit tidak kunjung datang. Aku agak khawatir dengan sahabatku itu, yang akhir-akhir ini agak berubah. Ya, Langit adalah sahabatku di SMA. Lahir dari keluarga yang kaya raya, tidak membuat dia tinggi hati. Banyak yang iri karena aku dekat dengan Langit, terlebih lagi dengan rupanya yang tampan dan tubuh tinggi semampai. Orangtuanya adalah direktur perusahaan ternama yang mempunyai cabang di luar negeri. Sayang, ibunya meninggal saat dia masih berumur 10 tahun. Langit pernah bercerita bahwa ayahnya sedikit berubah sejak kematian ibunya. Lebih sering berada di luar negeri, bekerja dan bekerja.

Pulang sekolah langsung kuhubungi nomer Langit, tetapi tidak ada jawaban. Kudatangi rumahnya, juga kosong. Tetangganya mengatakan bahwa rumah itu sudah kosong sejak kemarin. Begitupun keesokan harinya. Sama saja.

24 Oktober 2004

Sudah seminggu Langit ‘hilang’. Tidak ada yang tahu keberadaannya sekarang. Padahal hari ini adalah hari ulang tahunku. Dia pernah berjanji untuk mengucapkan selamat ulang tahun paling pertama. Sepanjang hari aku menunggu ucapan selamat ulang tahun dari Langit. Tapi nyatanya sampai keesokan hari juga tidak ada tanda-tanda dia masih ‘ hidup’. Tiba-tiba seminggu kemudian Bu Susi mengumumkan bahwa Langit tidak lagi sekolah di sini. Aku kaget luar biasa. Dia bahkan tidak berpamitan, tidak memberitahuku kalau dia akan pindah sekolah. Kali ini perasaanku benar-benar campur aduk. Antara sedih dan marah. Marah karena dia pergi tanpa kabar. Sedih karena…aku tidak bisa melihatnya lagi setiap hari, duduk di bangku di belakangku. Jujur aku suka Langit. Aku kagum padanya, dengan cara dia menghadapi hidupnya yang tak seindah yang orang lain bayangkan. Memang benar bahwa uang tidak bisa membeli segalanya, tidak bisa membeli kebahagiaan sebuah keluarga.

Lama aku mencari-cari keberadaan Langit, sampai akhirnya aku benar-benar sampai di ujung jalan. Aku lelah mencari tanpa hasil. Ya, semua yang bertemu pasti akan dipisahkan. Walaupun dengan cara yang tidak diinginkan.

31 Oktober 2004

Minggu berikutnya sekolahku libur. Iseng-iseng kulihat kotak pos di depan rumah. Ternyata ada paket, dan isinya sebuah origami bangau kertas. Aku keheranan. Siapa pula yang mengirim ini? Rasanya aneh ada yang mengirim sebuah bangau kertas. Kusimpan bangau itu di sudut meja belajar. Keesokan harinya aku menerima bangau kertas itu lagi, dengan warna yang berbeda. Begitu pula seterusnya, setiap hari aku mendapat bangau kertas. Karena sudah terlalu banyak akhirnya kusimpan di sebuah toples kaca. Terlihat sangat indah. Tapi aku masih penasaran siapa yang mengirim itu, karena tidak pernah diketahui siapa pengirimnya. Bangau-bangau kertas terus ‘berterbangan’ ke rumahku. Setiap hari, tanpa terlewat satu haripun. Di setiap kertas tertulis angka 1, 2, 3 dan seterusnya. Sampai akhirnya sampailah pada bangau kertas yang ke 999. Setelah itu aku tidak pernah menerima kiriman bangau kertas lagi. Berhenti sampai disitu.

***

5 Agustus 2007

Kulirik jam tanganku, jarum menunjukkan pukul 10.00 WIB. Dua jam lagi pesawatku akan berangkat menuju Jerman. Akhirnya cita-citaku untuk sekolah di luar negeri tinggal selangkah lagi. Aku berjalan terburu-buru menuju terminal keberangkatan.

BRUK!

“Ah! Maaf banget ya, saya buru-buru!” Kataku sambil memngambil barang-barang yang terjatuh. Mataku tertarik pada sebuah bangau kertas yang tergeletak dilantai. Kuambil bangau itu dan kukembalikan padanya. Tiba-tiba aku teringat sesuatu. Dulu aku pernah mendapat banyak bangau kertas dari orang tak dikenal, dan aku tersenyum sendiri.

“Itu bangau yang ke-1000.” Orang yang kutabrak berbicara.

“Hah? Maksudnya?”

“Itu bangau kertas yang ke-1000.” Orang tersebut berkata sambil tersenyum. Matanya terlihat berbinar-binar. Wajahnya…mirip seseorang yang dulu aku kenal. Mirip……..

“Ini aku, Langit!”

Aku masih bingung, tambah bingung dengan pengakuannya tadi. Aku mematung, tidak bisa berkata apa-apa. Ya, aku masih ingat Langit. Tiga tahun lalu dia menghilang seperti ditelan bumi. Tanpa kabar dan berita. Aku memperhatikannya cukup lama. Ragu, kaget. Ingin rasanya aku berteriak dan berlarian.

Dia meyakinkanku sekali lagi. Dia mengatakan tentang janji untuk mengucapkan selamat ulang tahun yang tidak ia tepati.

“Karena itu….aku kirim bangau kertas ini setiap harinya sampai 1000 buah sebagai hadiah sekaligus permintaan maaf…..aku harap kamu ingat.” Aku masih tidak bisa percaya itu Langit. Di saat yang tidak terduga, aku bertemu kembali dengannya.

Ternyata selama ini Langit sibuk mengurus perusahaan yang berada dalam masalah, atas permintaan ayahnya yang sakit keras. Beliau meminta Langit untuk tidak pulang ke Indonesia, dan tidak bisa menghubungiku. Memang benar, apabila Tuhan berkehendak, pasti akan terjadi walaupun disaat yang tidak terduga. Tapi aku harus pergi dan kali ini Langit berjanji akan menungguku pulang dari Jerman.

Senin, 09 Mei 2011

09052011

Udah lama pisan ga ngisi blog ini, udah dari jaman smp hahaha. Ada tugas cerpenlaaah dan aku belum dapet inspirasi apa-apa sampe sekarang, rariweuh ih -_-
Ih kenapa ya asa sering ngeliat angka itu hihi :) udah ah gajelas ini ngelantur

Jumat, 12 Februari 2010

oh myyy

kemaren aku, mama, sama ade nonton film percy jackson & the lightning thief di bsm. ternyata filmnya rame juga yaaa hahaha tapi sayangnya waktu itu bioskopnya masih belum rame, jadi studionya juga gak penuh.

yang namanya percy jackson itu : ganteng maut! HAHAH :)

Sabtu, 06 Februari 2010

foto kelaaas

sabtu 30 januari 2010 anak 9i foto kelas di : Nu Art, Setraduta
fotografer : kakak kinal & temennya


kita teh disuruh dateng jam 7 eh biasalaaaah pada ngaret jadi aja berangkatnya agak siang hahah. aku naik mobil caca, sama cyntia sama azmi. nyampe disana sekitar jam 9an langsung pada ngumpul, dan kita masih nungguin anak-anak cowok yg pada naik motor. tempatnya bagus, rindang gitulah banyak pohon, hijauhijau. pertama, si gina foto sendiri dulu biar cepet. sambil nungguin, anak-anak cewek foto-foto sama mrs.amel :D

udah pada dateng nih yaa terus kita foto kelas di kolam gitu, ngeri pisanlah takut jatuh hkhkhk. take nya banyaaaak panas lagi ckck
terus kita foto lagi di rumput yg bertingkat, masa kata caca akunya gak keliatan kehalangan kepala cyntia huahaha nasib.

foto foto fotooooo.....

sekarang foto pake jaket kelas, terus kita diatur posisinya biar ngebentuk "9i" si lewi beda sendiri gak bawa jaket kelas, jadi titiknya (pas bangetlah bulet :b) caca hari mrs amel jadi stripnya. yaaa kerenlaaah

kan harusnya ada foto sendiri-sendiri, tapi untung boleh berdua atau bertigaan. kata kakak kinal si leo mirip banget sama widi vierra hahah tuhkan bener! clara dibilang mirip olivia jensen :)
wowow pas giliran aku sama cyntia pada bilang lucu HAHAHAHA apasiiiih naaad haha geer

pas udahan fotonya sekitar jam 11an aku, azmi, caca, cyntia, bella, yeba, mirna dan ewi ke ciwalk. makan siang kita ke texas, eh ketemu sama deina safira karin zahra desti ona adis dinda. pada malak makanminum kita hahahaha

terus kita karaokean di nav, eh ketemu lagi sama mereka, ruangannya sebrangan lagi wah kita memang sehati ya guys huahahahaha ;D
mulai deh pada gila. milih lagu belajar mengaji sama kucing garong*cyntia (peace) lagunya gimanaaa juga gatau hahahaha dasar lu bel, yeb.
udah aja kita nyanyi-nyanyi lagi dengan lagu yang lain.

waktunya habis, terus kita ke j.co makan j.cool, sambil menunggu waktu pulang haha
disitu si ewi banyak ngambil foto candiiiiiid oh myy semua foto aku candid aneh lagi hmmm yaampun parah yaaa dasar ewi

pulang deh naik angkot bareng bela ewi yeba cyntia azmi mirna dan ternyata pas aku nyampe disekolah supir aku teh udah ngejemput ke ciwalk dooong jadi aja dia balik lagi kesekolah dan aku terpaksa beli pulsa karna harus nelefon.

udah yaaa ngantuk ah

Rabu, 23 Desember 2009

231209

yeey hari ini gak masuk sekolah lagian males juga gak ngapa-ngapain :)
dari hari senin sampe kamis ada simulasi UN. woah denger namanya aja udah ogah hahaha mana lagi gak enak badan ckck tapi alhamdulillah bisa ngerjain SUN B.Inggris dengan baik, tapi pas ngeliat nilai simulasi UN bahasa indonesia sudahlah jangan dibahas ya :(
terus aku sama sarah beli crepes, yang aku rasa oreo. si mang nya rada cengos masa crepes aku garing pisan kayak biskuit, udah dibilangin digulung, jangan terlalu kering HAHAHA. inlah bukti percakapannya:

sarah: mang, yang aku setengah kering ya jangan terlalu kering, biar bisa digulung ya mang
beberapa saat kemudian.....
sarah: mang itu ih cepetan angkat bisi garing pisan, kan saya mintanya jangan kering, mau digulung aja!
tukang crepes: ah, biarin aja (sembari mulai memasak crepes yg lain)

*segala perkataan cuman dikira2 da sayanya lupa, yang penting intinya mah itu we yaaaa ;)*

udah mau jam 2 kita jalan kaki aja ke nias, soalnya mau ikut simulasi UN tambahan, biar kamisnya gausah tridaya. di natuna ada segerombolan anak sd yang ribut pisan, terus mereka bermaksud nakutin kita dengan bersuara seperti anjing ngamuk kena rabies ckck apadeeeh talk to my hand! huahaha

udah nyampe di nias kita nanya ke pa yoyo, terus ke pa bambang eh ternyata gak bisa tambahan sekarang, penuh! adanya juga jam 4 weh malas banget deh sore. dengan hati kecewa kita mutusin buat makan mie goreng di warung biasa. si sarah teh udah bilang pesen mie goreng 2, tapi akunya lupa kalau aku mesen haha jadi weh (?)


yahaha udah sore, si ade udah ngomel2 aaaaah ade aku teh cerewet pisanlaaah lebih daripada mamah aku hemm

Selasa, 15 Desember 2009

review film ;)

minggu 13 Desember 2009. Ninja Assassin. masa ade aku bilangnya Ninja Asin :b tiga kata buat film ini : darah, sadis, rame! menurut aku yaa kesan pertama ngeliat gambarnya di koran asa biasa aja. tapi kayaknya ungkapan "don't judge a book by it's cover" berlaku disini (ceilee)

jadi ceritanya tentang perkumpulan Ozunu yang menculik anak-anak buat dijadiin ninja pembunuh bayaran. dari kecil mereka dilatih habis-habisan, nahan rasa sakit walaupun harus di cepret, ditendang, di tusuk berapa kalipun. mereka menamakan diri mereka 'Nine Clans' hiiiii ngerilah pokoknya asa sadis hahaha

suatu hari ada anak baru namanya Raizo. diem-diem dia punya rasa sama temen saperguruannya namanya Kiriko. tapi akhirnya si Kiriko ini mati dibunuh gara2 berkhianat sama 'ayah' Ozunu. Nah, si Raizo ini yang nanti juga berkhianat dan milih berbuat kebajikan (:D) dan nolong Mika, seorang petugas forensik yang diincar 'nine Clans' karna berusaha nyelidikin kasus pembunuhan yang bersangkut paut sama Ozunu atau 'Nine Clans' ini.

film ini sih penuh banget sama darah, potong-memotong orang dan potongan tubuh manusia ckck tapi itulah yang bikin film ini rame, suspensenya terus-terusan hahaha naon sih nad

yah pokoknya gitu sisanya kalian mending nonton sendiri, kalau diceritain juga gakan kebayang meren :)

Jumat, 11 Desember 2009

tragedi cooking demo LIA

dari hari senin aku teh udah mau nyiapin bahan buat besok di LIA tapi lupa dibawa bzzzzt. jadi aja kita teh riweuh gaada persiapan, padahal tadinya aku, aloy, sarah mau bikin milkshake ceritanya. aku sama sarah nyari ide, bikin apaa gitu yg gak repot. tadinya cheesy yg di tbi tea tapi gajadi yaudah we aku beli.
jam 3 sore tepat kita baru nyari bahan. bikin bocol alias bola coklat HAHA. udah mah beli di RJ telat masuk ngutang lagi ke si aloy. setelah bersusah payah, pas giliran kita presentasi :
kita bertiga langusng ngancurin biskuit gak pake pembukaan

aloy : oiya, we are going to.. (blablabla) "
sarah nadya : yaya
tiga tangan sekaligus masuk ke satu mangkok kecil. bayangin aja satu mangkok. meja guru kotor banget kena remeh2, susu full cream sama honey star udah gak layak aja itumah lah.

JENG JENG jadinya jauuuuuuh jauh jauuh banget dari perkiraan. setelah di bulet-buletin bentuknya gak karuan lebih mirip f***s HAHA yaampun kita tempelin honey star , belum juga penutup udah pada si comotin itu makanan sama anak2 cowok. hah rusuh pisanlah si rovel tah biang rusuh hemm. dan kalian tau ms. juju (guru 409) nulis apa di kertas nilainya?

nice effort , chaos


OH MY GOD usaha kita lari2 dari riau junction ke lia hanya dibayar dengan kata kata kayak gitu? sungguh mengecewakan hahah

okey trims